Mimpi Sang Pangeran Tentang Nusantara

0
91

Dalam geledak kapal MV Vollux sang pangeran bermimpi dan menerawang keatas langit berdoa semoga Nusantara yang terbentang luas ini menjadi Negara yang merdeka Gemah ripah lohjenawi .

Hasil kebatinannya mengantarkan pada cita-cita suatu Negara yang merdeka dan tidak di jajah seperti yang dialaminya pada waktu itu. Kekejemaan dan kelicikan Belanda membuatnya di rante besi dalam kapal Eropa itu.

Perang yang diakhiri itu telah memberikan bukti bahwa setiap jiwa haruslah berkorban untuk kemerdekaan bangsanya dan di kemudian hari terbukti. Seratus tahun sesudah wafat sebuah Negara yang dicitakannya telah hadir dengan nama yang tak lazim “Indonesia”.

Sungguh suatu contoh baik bagi anak bangsa ini yang ditinggalkannya bahwa pengorbanan setiap jiwa bukanlah sesuatu yang sia-sia sepanjang niat perjuangan untuk kebaikan Umat dan Bangsa.

Pangeran Diponogoro adalah Raja tanah Jawa yang telah memperoklamirkan kemerdekaan ketika tubuhnya di rante oleh pasukan Belanda untuk dimakamkan di Pulau Sulawesi tepatnya Kota Makassar.

Rasa haru rakyat Bugis-Makassar menjemput kedatangan tawanan perang Belanda di Fort Roterdam Makassar. Memang perjuangan tidak hanya dengan bicara tapi kerja keras dan pengorbanan jiwa dan raga. Tanpa itu mustahil disebut perjuangan.

Bahwa perjuangan Raja yang bergelar Halifatullah tanah Jawa ini membuktikan bahwa pemimpin haruslah berkorban mulai diri, harta dan jabatan. Sang Pangeran diikuti Putra putrinya dan seorang isteri setia tentunya meninggalkan segalanya untuk sebuah tujuan mulia yang namanya kemerdekaan bangsa secara hakiki.

Kemerdekaan sesungguhnya adalah bukan karena kemewahannya tetapi bagaimana rakyatnya merdeka tanpa intimidasi. Para rakyat bebas bertani tanpa harus dipaksa membayar upeti kepada penjajah. Merdeka secara hukum dan politik adalah cita-cita Pangeran yang telah kita nikmati sekarang ini. Tanah bukan lagi milik penjajah Belanda tetapi telah di nikmati oleh rakyat dan hasilnya Gemah rifah lowjinawi.

harunlawyer@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here