Peneror Novel ada di ILC

0
58

Seharusnya debat semalam menghasilkan suatu gagasan bagaimana KPK dulu, kini dan kedepan. Bila hanya berkembang tentang pelaku lapangan tetapi Actor intelektualnya tidak di gubris.

Para sumber yang hadir kesannya tidak niat mengembangkan ide atau argumentasi hukum yang dapat mengembangkan pada akumulasi para kawanan Perampok uang Negara atas giat KPK. Atau mencoba mengoreksi perilaku oknum KPK bila ada yang telah melakukan perkoncoan dengan Koruptor. Tidak berkembang dan tidak muncul sesuatu yang baru tentang dinamika sistem hukum Tipikor.

Namun berbeda saat Saor Siagian dari seorang lawyer yang diberi waktu menit terakhir. Ada gagasan brilian yang ingin melihat lebih jauh persoalan sehingga dpt menyentuh main aktor walaupun belum tentu pelaku dimaksud sesungguhnya.

Debat semalam di TV One one kesan basa-dibasi, hanya pembelaan dan pencitraan bagi pelaku Struktur Hukum dari Institusi masing-masing.

Moderator pun terpengaruh tanpa sadar diperdaya oleh peserta dari Polisi dan ex Pengacara BG (Kepala BIN). Sangat memalukan dan tidak simpati di mana Novel telah kehilangan mata namun suasana empati tidak nampak.

Bagi Novel jika memang seorang pejuang anti korupsi sejatinya harus memiliki prinsip Ketuhanan yang maha Esa. Bahwa tidak ada seorang yang dapat dijadikan sandaran kecuali dia yang Esa. Perbuatan hanya boleh di niat dari Allah swt, untuk Allah dan ke Allah swt.

Bahwa merubah gunung menjadi rata tidak dapat dilakukan dalam waktu seharian dengan seorang diri. Kecuali hanya dengan bantuan yang maha besar. Pekerjaan saudara adalah pekerjaan Tuhan. Jadi sungguh sangat berat dan pekerjaan ini mesti dibantu malaikat.

Kemanusiaan yang adil dan beradab. Bahwa para sumber kontra Novel adalah mesti berasas sila ke-2 Pancasila di mana kita harus adil dalam menilai persoalan dan beradab dalam perilaku. Novel Baswedan sudah korban masih dianggap tidak profesioanal.

Bahwa kita mesti berbeda tetapi satu. Sesuai sila ke 3 Pancasila bahwa partai apapun kita dan golongan apapun mestinya kita masih satu bingkai NKRI.

Jadi dialog semalam hanya politik adu domba dan pembelaan kelompoknya sehingga dapat disebut Politik saling Sandera.

harunlawyer@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here